By: Dwi Sartikasari
Mendung mulai
menyelimuti Jakarta siang ini. Padahal, waktu masih menunjukkan pukul satu
lewat tiga menit. Tapi karena mendung, suasana terlihat lebih sore dari
biasanya. Aku sedang dalam perjalanan pulang diantar pacarku. Namanya Kinan.
Kami baru berpacaran selama tujuh bulan. Tapi selama itu pula Kinan belum
pernah memperkenalkan aku pada keluarga ataupun teman-temannya. Dia juga selalu
menolak jika aku mengajaknya ke rumah temanku. Padahal, umur kami bukanlah lagi
umur pacaran untuk main-main. Aku dan Kinan sudah sama-sama bekerja di sebuah
perusahaan luar negeri yang berlisensi.
“Kamu kok dari tadi
diem aja?” Kinan melemparkan pandangan ke arahku. Namun aku tidak berniat
membalas tatapannya. Aku kesal, tapi aku tidak bisa mengeluarkan emosiku.
Semuanya terpendam dan larut dalam senyumku.
“Nggak pa-pa kok, aku
lagi capek aja.” Ujarku tanpa menatap Kinan.
Selamat pagi, 18 Oktober 2013
Akhirnya ketemu bulan keempat sama-sama lagi. Alhamdulillah...
Makasih ya, Karei, buat waktunya yang udah banyak diluangin buat ngadepin pacar absurd kayak aku. Makasih juga udah sabar ngadepin childish-nya aku. Makasih juga udah sabar aku repotin terus. Makasih juga udah mau jadi partner absurd-nya aku. Makasih, makasih, pokoknya makasih banyak.
Maaf ya kalau aku masih sering ngerepotin. Maaf juga kalau masih sering ngeluh hal-hal yang nggak penting. Maaf juga aku masih childish. Maaf juga kalau aku suka tiba-tiba ngambek nggak jelas. Oh iya, maaf juga kalau aku masih belum normal kalau ketemu anak kecil. Hahahaha...
![]() |
| Pict source: Ardan Radio |
Selamat pagi, Blogcha. Selamat hari Rabu :)
Entah kenapa tiba-tiba pagi ini aku kepikiran tentang aku sendiri. Tentang jurusan yang lagi aku jalani sekarang, yang sebenarnya bukan keinginanku. Jujur, salah jurusan itu nggak enak banget. Sangat sangat enggak enak. Ngejalanin sesuatu yang bukan keinginan itu memang nggak enak, kan?
Aku yakin, pasti bukan hanya aku yang ngerasain salah jurusan di kuliah. Pasti di luar sana banyak juga yang senasib sama aku, salah jurusan dalam kuliahnya sekarang. Oke, sebenarnya itu bisa dibilang rumit. Kenapa rumit? Karena bertahun-tahun kita berada di tempat yang tidak kita harapkan. Berada di luar sesuatu yang bukan dunia kita. Berada di luar zona nyaman kita.
Selamat pagi Blogcha. Akhirnya aku muncul lagi di sini. Udah hampir lewat seminggu aku nggak muncul di sini. Sudah bisa dipastikan proyek menulis di bulan ini gagal :( but never mind, yang penting waktuku nggak kebuang sia-sia hanya buat menye-menye. Tapi dipakai selain buat berkutat dengan tugas-tugas dan yang berhubungan dengan kuliah, juga dipakai buat berkutat dengan naskah dan proyek ini. Oke, nggak lama-lama lagi. Kota kelima yang akan kutulis di sini adalah Jakarta. Check this Out!
DKI Jakarta adalah ibu kota negara Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di bagian barat Pulau Jawa. Di dunia nternasional, Jakarta juga memiliki julukan J-Town atau lebih populer lagi The Big Durian karena dianggap kota yang sebanding dengan New York City di Indonesia. Wilayah metropolitan Jakarta merupakan metropolitan terbesar di Asia Tenggara atau urutan kedua di dunia. Saat ini Jakarta sudah menjadi pusat bisnis, politik, ekonomi dan kebudaaan. Di kota ini juga terdapat dua bandar udara yaitu Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma serta sebuah pelabuhan laut di Tanjung Priok.
Selamat sore, Blogcha. Aku melewatkan dua hari di sini karena suatu hal. Berhubung aku sedang menikmati sore yang mendung di Garut, maka tempat yang akan kuceritakan hari ini adalah Garut.
Garut adalah salah satu kabupaten di Jawa Barat, Indonesia. Mendengar nama Garut tentu yang ada di pikiranku sendiri adalah alamnya yang indah dengan udara yang bisa disebut sejuk meskipun sesekali terasa dingin. Garut termasuk kabupaten dataran tinggi. Kabupaten ini dikelilingi oleh beberapa gunung diantaranya: Gunung Guntur, Gunung Papandayan dan Gunung Cikuray. Meskipun Garut termasuk daerah dataran tinggi, tapi Kabupaten ini juga memiliki pantai yang tidak kalah indah dengan pantai-pantai terkenal di kota lain. Pantai ini berada di daerah selatan tepatnya di Kecamatan Pameungpeuk. Dua pantai yang paling terkenal adalah Pantai Santolo dan Sayang Heulang. Pantai itu masih sangat indah dan bersih. Pasirnya putih dan air laut yang biru. Ombaknya bisa dibilang besar karena langsung berhubungan dengan laut selatan.
Garut adalah salah satu kabupaten di Jawa Barat, Indonesia. Mendengar nama Garut tentu yang ada di pikiranku sendiri adalah alamnya yang indah dengan udara yang bisa disebut sejuk meskipun sesekali terasa dingin. Garut termasuk kabupaten dataran tinggi. Kabupaten ini dikelilingi oleh beberapa gunung diantaranya: Gunung Guntur, Gunung Papandayan dan Gunung Cikuray. Meskipun Garut termasuk daerah dataran tinggi, tapi Kabupaten ini juga memiliki pantai yang tidak kalah indah dengan pantai-pantai terkenal di kota lain. Pantai ini berada di daerah selatan tepatnya di Kecamatan Pameungpeuk. Dua pantai yang paling terkenal adalah Pantai Santolo dan Sayang Heulang. Pantai itu masih sangat indah dan bersih. Pasirnya putih dan air laut yang biru. Ombaknya bisa dibilang besar karena langsung berhubungan dengan laut selatan.


