Duh, rasanya aku banyak utang cerita banget deh sama blog ini. Saking lamanya nggak update, banyak cerita yang udah lalu tapi belum diceritain di sini. Jadinya numpuk dan lupa apa aja yang mau diceritain. Okay berhubung ini bisa nyuri waktu (lagi di kantor), aku mau tell story about my graduation! Yeaaayyy akhirnya wisuda dong aku. Wisudaaaaaaaa! *diperjelas*
Ngomongin soal pahlawan, tentunya kita punya pahlawan masing-masing
dalam hidup kita. Buatku sendiri, Mama dan Bapak adalah pahlawan terbaik
sepanjang masa. Posisi mereka di tingkat pertama nggak akan pernah terganti. Tapi,
kamu pernah kepikiran nggak sih selain mereka berdua—dan keluargamu
tentunya—ada banyak pahlawan yang berkontribusi dalam hidup kita? Misalnya aja
tukang jahit yang menjahitkan baju untuk wisuda kita. Atau guru TK yang
mengajarkan kita cara bersosialisasi dengan orang asing selain keluarga. Atau
juga mbak-mbak teller bank yang
membantu kita bertransaksi? Sebenernya, banyak banget pahlawan yang secara
sengaja atau nggak, berkontribusi untuk membantu kita. Dan harusnya sih kita
sadar akan itu.
Alhamdulillah...
Aku, Wawak, Aida dan Dae saling berpelukan haru ketika sekretaris prodi selesai membacakan hasil sidang yudisium. Ruangan kaprodi seketika penuh sesak oleh ucapan syukur dan tangis bahagia dari 34 mahasiswa yang baru aja menyelesaikan sidang ujian Laporan Tugas Akhir 5 Agustus kemarin.
Ya Allah, terima kasih. Aku berujar dalam hati.
***
Alhamdulillah, puasa udah masuk hari kesepuluh kedua. Bulan Juli juga
udah hari ketiga. Nggak kerasa, ya. Waktu jalannya cepet banget. Banyak momen
indah yang aku lewatin gitu aja untuk dibagiin di blog. Nggak dilewatin sih
sebenernya, cuma di-pending. Soalnya
belum sempet aku post karena ya… meskipun kuota ada, tapi waktunya yang nggak
ada. So now, here I am. Aku mau
ceritain beberapa hal yang belakangan ini aku alami.
Semua
berawal dari info seminar yang disebarin Oyos di grup “One Heart”. Iya nama
grup itu semacam jargon iklan motor. Tapi, aku dan temen-temen juga sepakat
namain itu alasannya karena kita selalu sehati dan biar terus sehati. Oke,
lanjut ke cerita. Oyos nyebarin info seminar dari Djarum Foundation bertema "Speak with Confidence" tentang Public Speaking gitu.
Terus aku baca ke bawah lagi, OMEGE. Guest
star-nya Yovie & Nuno! Ternyata seminar ini gratis buat beberapa
universitas, salah satunya Unpad. Ah, awalnya sih aku emang niat mau nonton guest star-nya aja, apalagi Dikta
hahaha.
"Aduh, apaan sih kok macet banget masih pagi juga." aku ngedumel dalam hati karena takut telat ke kampus. Bukan, bukan karena ada kelas. Udah jadi mahasiswa tingkat akhir nggak ada mata kuliah lagi kok selain nyusun LTA (Laporan Tugas Akhir). Tapi aku takut dosen yang bersangkutan keburu kabur. Kan bahaya.
Taunya aku baru inget kalo hari itu adalah hari pertama wisuda Unpad gelombang III, di bulan Mei. Tiba-tiba aku ngerasa hopeless. Baiklah, aku mau cerita sedikit tentang kesulitan menjelang penyusunan LTA.
Haaiii! Aku seneng begitu bisa buka blog lagi meskipun versi mobile. Aku seneng bisa nulis lagi meskipun ngetik biasa dari henpon. Rasanya aku udah gak layak bilang diri aku sendiri sebagai penulis amatir. Yang namanya penulis, kerjaannya kalau nggak nulis ya baca. Terus aku apa? Aku ngapain? Udah lama nggak melakukan dua kegiatan itu. Sebenernya aku juga bingung mau nulis apa. Terlalu banyak momen-momen yang perlu diabadikan di sini. Karena kalo nggak salah, terakhir nulis di blog itu Desember lalu. Itu pun nulis cerpen, bukan cerita keseharian. Tapi better late than never ya. Meskipun sangat ngerasa bersalah udah ngebiarin diary ini sampe busuk, tapi bukan berarti gak ada kesempatan buat kembali membersihkan sama tulisan-tulisan baru. Halah, opening-nya nggak jelas banget ya. Okedeh kita langsung aja pergi ke main story. Yuk yuk.
Alhamdulillah... huraaaaa! Rasanya seneng banget ih bisa ketemu dasbor
lagi. Seneng bisa ketak-ketik lagi ditemenin secangkir kopi rasa cokelat
*dilarang sebut merek*. Dan seneng aja bisa muncul di dunia tulis-menulis lagi.
So I will share you about my activities
lately. Yang menyita sepenuh
waktuku dan ya... here we go.




