Dari dulu, aku selalu nggak suka nonton yang namanya drama. Kecuali, drama musikal yang ada di NET TV. Itu pun pas Tatjana masih main sih. Pas di season 2 rasanya ada yang nggak srek. Vigo rasanya kayak sendirian. Alasan aku nggak suka nonton drama ya sederhana aja, drama itu kepanjangan. Greget nggak sih bersambung di saat lagi rame-ramenya?!!! Tapi, semua itu perlahan-lahan mulai berubah.
Hai! Malam minggu, pada ke mana, nih? Malam minggu udah nggak zaman nge-date sama pacar. Sekarang udah zamannya ngeblog! *efek lagi LDR-an. *biarin ah.
Beberapa waktu lalu, aku lagi iseng-iseng buka Tokopedia untuk beli novel. Di Tokped, aku udah punya satu toko favorit nih buat beli buku. Nggak tau kenapa, beli buku di situ memuaskan banget. If you want to know, just click link here. Ini bukan sengaja aku promo sih ya, cuma mau share kalo ini olshop beneran memuaskan hehe. Nah, di olshop itu, lucky banget deh. Pas lagi cari-cari, di timeline Tokped muncul iklan buku Dear Nathan. Aku bilang lah sama adekku, eh dia excited banget karena katanya seru (dia duluan baca di Wattpad). Ya udah, dengan harga 69,000 rupiah, aku beli novel ini bareng sama novel lain sebiji biar dapet ongkirnya lebih murah hehe. Lumayan ya, diskon 30,000 untuk buku yang setebel ini.
Novelnya kebilang cepet nyampe loh. Hanya 2 hari setelah transfer, bukunya langsung nyampe dengan selamat di rumah. Tapi aku nggak langsung baca karena waktu itu lagi fokus baca e-booknya Harpot 4. Udah dikit lagi kelar, jadi nggak mau ditanggung-tanggung.
Dan setelah selesai Harpot 4, okay, next to Dear Nathan.
Beberapa waktu lalu, aku lagi iseng-iseng buka Tokopedia untuk beli novel. Di Tokped, aku udah punya satu toko favorit nih buat beli buku. Nggak tau kenapa, beli buku di situ memuaskan banget. If you want to know, just click link here. Ini bukan sengaja aku promo sih ya, cuma mau share kalo ini olshop beneran memuaskan hehe. Nah, di olshop itu, lucky banget deh. Pas lagi cari-cari, di timeline Tokped muncul iklan buku Dear Nathan. Aku bilang lah sama adekku, eh dia excited banget karena katanya seru (dia duluan baca di Wattpad). Ya udah, dengan harga 69,000 rupiah, aku beli novel ini bareng sama novel lain sebiji biar dapet ongkirnya lebih murah hehe. Lumayan ya, diskon 30,000 untuk buku yang setebel ini.
Novelnya kebilang cepet nyampe loh. Hanya 2 hari setelah transfer, bukunya langsung nyampe dengan selamat di rumah. Tapi aku nggak langsung baca karena waktu itu lagi fokus baca e-booknya Harpot 4. Udah dikit lagi kelar, jadi nggak mau ditanggung-tanggung.
Dan setelah selesai Harpot 4, okay, next to Dear Nathan.
Di postingan kali ini, aku bakal ngomongin blog seseorang. Eits, tenang aja. Ini bukan ngegosip kok, ini ngefakta. Soalnya sebelum postingan ini jadi, aku udah riset berbulan-bulan, juga udah ber"kenalan" sama pemiliknya demi menghasilkan tulisan yang bermanfaat untuk sejuta umat.
Tapi bohong deng. Aku nggak seniat itu juga.
Blog yang bakal aku omongin di sini adalah blognya Kapik, atau biasa dikenal sama panggilan Tofik atau Topik--padahal dia ngarep dipanggil Sayang. Nama blognya adalah Toples Write. Jadi sebelum ngebahas tentang blognya, kita mesti kenalan dulu dong sama pemiliknya. Yuk ah capcus~
Di akhir bulan lalu, aku sama One Heart baru aja ketemuan buat ngejalanin suatu ritual yang dimulai sejak tahun kemarin. Namanya ritual tukar kado. Jadi, tahun kemarin kita ngadain acara ini tepat di tanggal 30 Desember kalau nggak salah, soalnya tanggal 31-nya aku mau main. Di acara kemarin, tadinya kita mau karoke, terus makan sambil tukeran kado. Semua rencana berjalan mulus sampai akhirnya tepat di hari H, aku dapet telepon kalo adekku sakit dan masuk RS. Mama minta aku pulang saat itu juga. Well, I have no choice. Jadi aku nurut untuk langsung pulang ke Garut.
"Aduh butuh eye shadow pallete nih, lipstick pallete juga, handphone juga deh. Hmm, butuh kamera DSLR juga. Sepeda juga butuh banget..."
Tiba-tiba, kalimat itu terngiang-ngiang setelah aku kepo-in situs Lazada Indonesia. Semua barang yang aku mau, ternyata semuanya ada di sana. Ya ampun, jadi pengin mewujudkan semua barang impian itu deh tahun ini. By the way, kenapa harus Lazada?
Pembaca tersayang,
Mari berjalan di sepanjang bentaran Sungai Thames, dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya London Eye.
Windry Ramadhina, penulis novel ‘Orange’, ‘Memori’, dan ‘Montase’, membawa kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemuinya. Apakah perjalanannya kali ini sia-sia belaka?
Windry Ramadhina, penulis novel ‘Orange’, ‘Memori’, dan ‘Montase’, membawa kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemuinya. Apakah perjalanannya kali ini sia-sia belaka?
Setiap tempat punya cerita.
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.
Enjoy the journey.
Di suatu sore di Hari Minggu, aku sedang menikmati blurb dari beberapa novel yang memiliki rating cukup bagus di Goodreads. Atau tidak, aku memilih novel penulis favorit dan penerbit favorit untuk kubaca blurb-nya. Tidak lupa, aku membaca review dari sebagian pembaca untuk membuat keputusan akan membelinya atau tidak.
Awalnya tau tempat ini karena diajakin lunch bareng sama pembimbing PKL waktu di BNI yang super duper baik dan friendly abis. Jadi waktu itu kan aku dan Wawa udah selesai PKL di sana, tapi alhamdulillah kerjaan kami kepake jadi untuk beberapa minggu kami masih suka dateng ke sana buat bantuin. Nah tiba di hari Jumat, Wawa ke BNI buat bantuin Bu Dina, terus aku siangnya nyusul dan kita pergi lunch bareng.
Stereo, acara drama musikal yang mulai tayang 22 Maret 2015 di NET TV lalu ini berhasil menyesap seluruh perhatianku setiap hari Minggu. Drama musikal ini bercerita tentang sebuah grup vokal yang bernama Stereo di Royal University. Tiap episodenya bercerita tentang masalah persahabatan, percintaan ala-ala anak kuliah, strata sosial, bahkan belakangan ini ada obrolan ringan tentang kesehatan, kayak diet gitu. Pemain inti dari acara ini ada 8 sih menurutku. Pertama ada Indra Aziz sebagai Coach Aziz, ada Tatjana sebagai Dara, ada Pradikta sebagai Vigo, ada Vidi sebagai Alex, ada Priskila sebagai Juwita, ada Angel sebagai Diva, ada Karina sebagai Madam Wati and the last ada Dewi Gita sebagai Bunda-nya Juwita.
Beberapa hari lalu, aku dapet chat Line yang isinya capture-an makanan dari temenku, Dae. Kita ini pecinta kuliner banget ya, jadi kalo ada info makanan gitu pasti langsung share. Dia ngajakin buat ke tempat makan yang makanannya dia share itu. Setelah dipertimbangkan, aku setuju dan kita mulai tentuin hari. Tapi, berhubung orang di grup kami nggak cuma aku dan Dae aja, tapi juga ada beberapa temen yang lain, akhirnya aku memutuskan buat ngajak yang lain. Ya mau ikut atau enggak gimana ntar. Yang penting ajakin aja dulu. Lagian aku juga tau mereka pasti sama setresnya karena bikin Laporan Tugas Akhir. Refreshing bentar nggak papa lah :)
Finally Im come back. Ya ampun! Postingan ini udah berjarak jauh banget dari postingan sebelumnya. Iya sama postingan ini... maafin aku ya udah membuat jarak di antara kalian. *ngomong sama postingan*. Jadi nih masih dengan tema makan, kali ini aku akan ngelanjutin beberapa tempat rekomendid yang lain, yang pernah aku cobain di Bandung. Oke let's check it out.
Hai penghuni blog di mana pun kalian berada. Gimana hatinya? Masih baik?
*bosen nanyain kabar mulu*. Udah Desember aja ya, nggak kerasa nih. December is my favorite month because I was
born in this month. Muehehe! Dan Desember, entah kenapa, selalu jadi bulan
yang menyenangkan karena banyak libur. Ya meskipun..., UAS ada di bulan ini
sih. Hupt... oke, kali ini aku mau posting ngelanjutin postingan beberapa bulan
lalu. Wooow, rasanya part 2 ini
kelamaan ya? Masih inget nggak sama postinganku tentang tempat wisata di
Bandung? Yes! Ini dia postingannya.
Aku nyeritain beberapa tempat wisata yang udah aku kunjungi.
Akhirnyaaa! *menjerit bahagia* *loncat-loncat kegirangan*. Seneng deh bisa
nge-post sesuatu lagi di blog. Apalagi
review. Ya di sini aku mau review tentang film dan tempat makan
sekaligus. Kenapa? Kalau disatu-satu nanti lupa kapan nge-post lagi hehe, jadi sekaligusin aja deh sekarang. Jadi ceritanya malam
minggu kemarin aku jalan sama Karei, setelah malam minggu sebelumnya cuma bisa
kuliner. Itu pun ke tempat yang kurang nyaman sih menurut kami. Pas kesampean
bisa seharian full ya seneng dong.
Beberapa waktu lalu (udah cukup lama sih), aku nyasar ke sebuah blog yang ternyata lagi mengadakan giveaway. Entah kenapa, sekarang aku suka sama sesuatu yang berbau giveaway. Sebenarnya karena liat hadiahnya sih. Kalau novel, aku semangat. Hihihi^^ tapi jauh selain itu, karena dengan adanya giveaway, aku bisa melatih nulis sekaligus pemikiran aku tentang suatu hal yang nggak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Selamat malam! Padahal tadi pagi udah posting blog, tapi saking semangatnya sekarang udah posting lagi. Kalo tadi tulisannya tentang flash fiction, sekarang aku mau nulis tentang... apalagi kalo bukan tentang buku yang baru lahir dari anak-anak Blogger Energy. Yap! Asem Manis Cinta.
![]() |
| Niihh gimana nggak unyu coba covernya! |
Sebelum ngereview, aku mau cerita dulu ah perjuangan ngedapetin ini buku. Dimulai dari hari itu, tepatnya tanggal 24 Februari hari Selasa. Aku udah baca tweet BE yang bilang kalo buku ini udah terbit. Tapi mungkin nggak akan langsung ada di toko buku. Mungkin awal-awal ada di Jabodetabek. Nah berhubung itu hari Senin, aku mutusin buat ke gramed hari Rabu. Karena kalo hari Selasa, aku mikir kayaknya belum nyampe. Dan lagi aku emang punya jadwal ke gramed hari Rabu.










