"Aduh butuh eye shadow pallete nih, lipstick pallete juga, handphone juga deh. Hmm, butuh kamera DSLR juga. Sepeda juga butuh banget..."
Tiba-tiba, kalimat itu terngiang-ngiang setelah aku kepo-in situs Lazada Indonesia. Semua barang yang aku mau, ternyata semuanya ada di sana. Ya ampun, jadi pengin mewujudkan semua barang impian itu deh tahun ini. By the way, kenapa harus Lazada?
Hai!
Gak kerasa, udah 2016 lagi aja.
Akhirnya ini postingan pertama di tahun 2016.
Udah hari keempat belas di tahun 2016, cepet banget, ya.
Really, aku bingung buat kata-kata pembuka untuk postingan ini. Keempat kalimat itu rasanya terlalu standar dan..., biasa. Meskipun ya..., isi postingan ini pun akan biasa-biasa aja sih. Tapi seenggaknya, aku mau ada kesan luar biasa dari hal yang lain.
Ah tapi, ya udah lah ya. Yang penting aku berhasil membuat postingan pertama di hari keempat belas tahun 2016 ini. Aku berhasil membuat langkah awal yang terbilang telat.
Tahun baru udah berjalan dua minggu, dan kamu baru nulis blog. Ke mana aja, Wi?
Nggak papa, better late than never, kan? *ngeles*
Aku juga bingung untuk buat judul dari postingan ini. Beberapa judul sempet kepikiran, di antaranya:
"Tak Lagi Sama". Entah kenapa sama judul ini rasanya kurang srek. Judulnya terlalu baper. Duh, awal tahun kan harusnya jadi awal yang baik. Bukan diawali sama ke-baper-an.
"Semua Telah Berbeda". Terlalu klise. Dan, terlalu baper.
"Memulai Hari Baru". Nggak cocok. Feel-nya nggak dapet.
Akhirnya terpilihlah judul postingan ini. "Lembaran Baru". Ya, aku mulai mengisi lembaran baru pada minggu kedua, pada hari keempat belas. Mungkin terlambat, tapi semoga ini menjadi awal yang baik untuk karir blogger-ku ke depannya.
Nah, setelah menemukan kalimat pembuka beserta judulnya yang pas, aku bingung mau isi tulisan ini tentang apa. Terlalu banyak hal yang harus aku bagi di sini sejak akhir tahun kemarin aku terlalu lupa bercerita. Tentang pengalaman aku cari kerja sampai akhirnya dapat kerja. Tentang lingkungan baru di tempat kerja, tentang hobiku, tentang kerinduanku akan kampus dan teman-teman, tentang keluargaku--yang tidak banyak berubah, kami masih baik-baik aja--juga tentang Karei--yang pastinya akan selalu jadi objek ceritaku. Ah aku lupa. Tentang Bulan Desember, bulan yang selalu harus dirayakan olehku sendiri.
Mungkin, isi tulisan ini akan berakhir pada kalimat ini. Tapi postingan ini akan menjadi awal untuk kisah baru di tahun 2016. Semoga masih ada yang menanti tulisanku. Semoga ada yang mengharapkan aku tetap berbagi cerita di sini.
With love,
Pembaca tersayang,
Mari berjalan di sepanjang bentaran Sungai Thames, dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya London Eye.
Windry Ramadhina, penulis novel ‘Orange’, ‘Memori’, dan ‘Montase’, membawa kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemuinya. Apakah perjalanannya kali ini sia-sia belaka?
Windry Ramadhina, penulis novel ‘Orange’, ‘Memori’, dan ‘Montase’, membawa kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemuinya. Apakah perjalanannya kali ini sia-sia belaka?
Setiap tempat punya cerita.
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.
Enjoy the journey.
Duh, rasanya aku banyak utang cerita banget deh sama blog ini. Saking lamanya nggak update, banyak cerita yang udah lalu tapi belum diceritain di sini. Jadinya numpuk dan lupa apa aja yang mau diceritain. Okay berhubung ini bisa nyuri waktu (lagi di kantor), aku mau tell story about my graduation! Yeaaayyy akhirnya wisuda dong aku. Wisudaaaaaaaa! *diperjelas*
Sore ini di rumahku hujan. Aku terlarut dalam layar laptop berjam-jam ditemani kopi instan yang kubeli dari supermarket. Aku jatuh cinta pada Venice, begitu kataku.
Dan, sudah seminggu aku menggarap cerita pendek berlatar kota itu. Nyatanya, membuat cerita--meskipun itu fiksi--berlatar luar negeri itu sangat sulit, ya. Aku tidak bias sembarangan mengarang bagaimana suasana di sana. Aku butuh riset banyak-banyak. Aku mengandalkan Google, mengandalkan Wikipedia--berbahasa Perancis, mengandalkan Google Earth--lengkap dengan tempat-tempatnya. Dan aku masih belum puas. Rasanya aku ingin terbang ke sana untuk bisa merasakan suasananya secara langsung.
Jadi, untuk kalian pembaca setia--semoga memang ada--yang menunggu postinganku di blog, tunggu saja. Aku masih di sini, mencari ide--dan cara--untuk bisa kembali menulis blog. Aku sempat kehilangan ide untuk menulis fiksi. Aku sempat kehilangan semangat untuk menulis lagi. Tanganku sempat lumpuh sementara untuk menulis. Selama berbulan-bulan. Aku kehilangan nyawa pada ceritaku.
Tapi aku tahu, aku dilahirkan untuk menulis, aku yakin itu. Tanganku diciptakan untuk bersahabat dengan keyboard laptop. Otakku dibuat untuk menemukan ide-ide cerita yang berbeda. Dan, jiwaku diciptakan untuk menjadi penulis. Meskipun aku kini sedang menjadi seorang karyawan, tapi aku yakin akan mimpi itu. Aku yakin akan takdir itu. Aku yakin bahwa duniaku memang di dunia tulis-menulis. Suatu saat, aku akan menghabiskan waktuku penuh untuk passion-ku, menulis.
![]() |
| Passion |
Untuk pembaca setia--yang sekali lagi, semoga memang ada--aku tidak menghilang. Aku hanya rehat sejenak. Aku butuh menenangkan pikiran, mencari ide-ide baru, dan kembali dengan jiwa yang lebih segar.
I will be back, soon!
With love,



